Apa salahnya menjadi diri sendiri?
Di era millenium yang mengerikan, seseorang harus bertahan dengan cara yang hampir tidak mungkin untuk dilakukan: memahami, memiliki, dan menjadi diri sendiri.
Bagi seorang yang memiliki kepala hasil kemoterapi cetakan media (yang menjadi alat eksistensi kosong tanpa resistensi, kontemplasi, dan konsistensi), kenyataan adalah apa yang ditayangkan, kebenaran adalah apa yang dimasalkan, dan kelaziman adalah apa yang dipasarkan.
Orang-orang begitu saja melakukan sesuatu tanpa memegang esensi, mengubah diri sendiri menjadi orang lain, dan terlalu naif menerima kenyataan yang dipaparkan persoalan-persoalan dalam tayangan-tayangan tanpa penjelasan.
Orang-orang terlalu malu dan takut menjadi reformis yang dianggap merusak tatanan-tatanan yang telah ditetapkan untuk melangsungkan suatu tujuan: standarisasi persona masa kini, kapitalisasi peran, dan alienasi jati diri, untuk menjadi seseorang yang diinginkan televisi.
Maka orang-orang menjadi sibuk; menjadi seragam dan sama dengan yang orang-orang pikirkan, katakan, dan lakukan dengan konstelasi ciptaan pasar; mengilhami kutipan-kutipan sedih di buku-buku populer tentang hujan, kenangan, mantan, cinta tanpa tujuan, dan puisi-puisi transparan yang cengeng tentang kehilangan; menahbiskan diri sebagai seorang pemeran dalam film panjang bersubstansi dangkal dengan merelakan akal tanpa interpretasi lebih yang berulang-ulang disiarkan; mencitrakan diri sendiri sebagai suatu kebenaran yang mutlak di media dengan teks yang bahkan jauh dari konten dan konteks; mendandani diri dengan tren urban yang meninggikan gengsi lebih di atas fungsi, yang bahkan hanya bisa bertahan dalam hitungan bulan; meminjam kepala orang lain yang dijual di toko-toko digital; menenggelamkan diri dalam musik-musik yang berlari tanpa kaki, yang setelah letih, dengan begitu saja lekas berganti; dan memilih menjadi seperti yang orang lain katakan, bukan yang diri sendiri rasakan.
Orang-orang telah sibuk memahami, memiliki, dan menjadi orang lain, meski sebenarnya tidak pernah ada yang salah dengan memahami, memiliki, dan menjadi diri sendiri.
You are yourself, not anyone else.
Di sudut kamar, menjelang akhir 2016.