Maka kami menangis.
Maka kami menari.
Mari menggemuruh.
Sambil menyeduh dosa-dosa mencemaskan dan membahagiakan, mengutuk kantuk dan saling membunuh, berkelakar dengan yang terdiam, yang paling berisik.
Mari sekali lagi, mengembalikan yang mengkhawatirkanmu pada tempatnya, dan berubah rumah yang meniupkanmu terompet-terompet saat sunyi.
Maka kami terisak.
Maka kami terhisap.
Mari, bersama-sama, kita menyambut seutuhnya diri baru, dalam ketidakwarasan dan keburu-buruan yang menjadikan langit-langit malam terbakar dan meletup oleh tangisan, oleh tarian, oleh kata-kata yang paling meremukkan, paling menyenangkan, oleh laku yang mengembalikan kita menghampiri kesia-siaan.
Sebab itu, kami menghambur dan terpisah dengan hari-hari yang menelan pelan-pelan.
Sebab itu kami menjelma manusia baru, yang benci pesta-pesta tahun baru.
1 komentar:
nangis aku bang bacanya
Posting Komentar