Banyak yang akan minta dibicarakan ketika kematian menjadi pokok bahasan. Saya percaya, bahwa kematian adalah spektrum, yang ditempa dari banyak warna. Bagi seorang idealis, permasalahan, persoalan, dan hal-hal merumitkan lain yang harusnya diterima dan ditolak dengan jalan mengakhiri (lebih tepatnya saya meyakini bahwa masalah tidak pernah berakhir, tetapi dihantarkan waktu untuk menemui permulaan dari hal merumitkan lain), adalah warna-warna, yang sekaligus menjadi tempuhan untuk mencapai kematian itu sendiri, dengan cara sendiri-sendiri.
Bagi saya, kematian mendatangi dan terjadi setiap saat dalam hidup, secara berurutan, mulai dari setiap tahun, hingga setiap derik detik yang berlangsung. Kematian, merupakan suatu kepastian dan ketidakpastian secara bersamaan. Dan kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri, sebab yang pasti di realitas kehidupan di dunia adalah kematian, sekaligus hal itu bagi beberapa orang merupakan ketidakpastian terhadap kapan ia akan datang mempertemukan diri.
Kematian yang terjadi bahkan setiap detik maksud saya adalah, karena kesempatan untuk menyelesaikan (sama seperti akhiran, bagi saya tidak ada hal yang betul-betul selesai, melainkan merupakan suatu awalan yang baru) setiap tempuhan dalam tempaan warna-warna pada spektrum kematian, selalu hadir kapan saja. Karena, kematian saya yakini sebagai kelahiran kedua, maka manusia sepanjang hidupnya telah mengalami kelahiran kedua beribu-ribu bahkan berjuta-juta kali (mengingat setiap detik adalah kesempatan baru dalam hidup), oleh sebab itu juga, manusia berhak mati dan lahir kembali menjadi individu yang baru, bahkan yang berbeda sama sekali dari sebelumnya. Karena kematian merupakan keadaan yang hilang, kemudian menemukan dirinya sendiri berkali-kali.
Kematian sendiri bukan suatu stagnansi yang berlebih, dan (meskipun yang pasti di realitas kehidupan di dunia adalah kematian), ia sebenarnya tidak betul-betul hadir dalam ruang hidup secara nyata, melainkan bereksistensi dalam abstraksi batin manusia. Karena sekali lagi, bagi saya tidak ada manusia yang betul-betul mati, selain hanya mengalami kelahiran kembali, bahkan berjuta-juta kali. Maka kematian adalah spektrum yang menawarkan hal-hal baru untuk lahir, dan menemui spektrum-spektrum lain.