Ingatan-ingatan yang kausebutkan satu demi satu serupa ruh tandas dari tubuh: toko musik beraroma hangus album foto, perpustakan yang tidak menyediakan awal dari sebuah cerita, jari-jari tangan kita yang tanggal digugurkan bau debur laut, dan jalan dalam perbaikan hari minggu yang lengang saat sengaja kita bangun lebih siang setelah tersesat semalaman dan tidak mengerti akhir dari sebuah mimpi ketika begitu saja kita terbangun oleh suara ketuk pintu di luar ambang jendela tubuhku yang menggenang seperti ingatan-ingatan yang kau- sebutkan satu demi satu serupa ruh tandas dari tubuh.