Langit berperang. Peran lama tahu siapa kan menang. Telah kita kalah sejak hari memilih untuk menjauh. Menjual perjanjian dan pergantian tuhan. Tahun-tahun menahan kata. Menunda kita.
Mataku terpenggal dan gentar meninggalkan kita semenjak gemetar dan geletar suaramu belum sempat terbaca. Pada musik dan musim tanpa tanda. Hujan tumbang dalam sisa do'a pagi yang tak lagi kita kan selesaikan.
Api. Api. Seperti dosa-dosa yang meminta berhenti disudahi.
Lalu perlahan aku menyaksikanmu mematikan api dan dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar