Di hari libur, aku mengemasi ingatan-ingatanku dan menyimpannya pada kopor-kopor kusam kemudian kutanggalkan dibawah ranjang kamar; mereka terkadang dapat keluar memainkan permainan-permainan lama yang remeh dan mampir pada tidurku sebagai pisau, kursi yang nyaman, dan selimut. Lalu pada kopor lama akan kupilah lagi ingatan mana yang perlu dan tidak untuk kupakai. Selalu ada kau yang kubuang, dan kau yang kukenakan kembali. Juga kota, kamar, ibu bapak, serta ingatan lain. Seperti saat kau pernah membantuku mengemasi ingatan beberapa waktu yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar