Sejak sajak bayi-bayi menikam yang tersembunyi dalam cahaya, aku adalah pembohong yang tidak dilahirkan untuk berbicara. Kau tidak hilang, aku tidak pernah menemukanmu. Tubuhku suara hening gagak yang menawarkan kesepian, kakiku derit tak bergerak, matamu jerit bisu yang memuncak.
Di sejauh koridor yang memanjangkan usia ketiadaan, kata-kata kita yakini sebagai ibu yang merawat bayi kasih sayang orang lain. Sepanjang itu kau menyetujui; langgam meregang genggam menabak do'a usang dengan jalan keraguan, ternyata ada akhir dalam bulan-bulan yang sakit, yang percaya, yang terpedaya, di sebuah jarak kau memandang langgas kelahiran meniti kata-kata baru untuk diimani.
Sejak memaling mata masing-masing kita, aku adalah pembohong yang tidak dilahirkan untuk berbicara. Aku tidak pernah mau barang sekali mampu mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar