Kepada Augusta Byron:
Kau jalan panjang: tak ada yang lebih berhak selain hujan yang roboh menggelepar untuk menyusurimu.
Kau darahku.
Di awan yang sana: jauh dari yang jauh, dibawahnya mungkin telah berpasang-pasang berciuman, berpuluh saling membunuh, beribu dekam saling diam.
Aku darahmu.
Di pohon tekam yang sana: dekat dengan yang dekat, pernah kita sembunyi dan saling menemukan, telah kita sunyi dan ditemukan.
Kau jalan panjang:
Aku kan mati kehabisan kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar