Tahun jatuh sepanjang hari dan musim bergelayut
−seperti tak pernah rontok dekat sebelum ini
Ditimangnya malam-malam agar tak menangis dan mengais-terserah
juga segala derai pinta yang renta
Ia lari kemana saja; mencari apapun yang dapat ia curi
Sebab kematian siap melacuri lungkup tubuhnya
maka ia bergegas lekas membangun sendiri matinya
Barangkali surga berletak di pelupuk mata
yang terhalang kutuk kantuk
yang tak hendak menyingkap singkat
kata-kata yang perlu dihapal untuk membawanya pulang
sebab pulang tak berarti apa jika tanpa tualang
Barangkali Tuhan berserak dan tercecer dimana-mana seperti dosa
Ia mengabur dan kabur dari kabar-kabar yang selama ini ia dengar,
mengenai tuhan mana yang berhak ia bela, juga cela;
tuhan warna-warni dengan setelan jas dan peci
tuhan dalam syair-syair virtual dan elektrik kesendirian
atau Tuhan dalam satu ingatannya
yang telah lama mati dan tercuri sunyi
Ia bangkit membaca apapun yang bisa ia cecap dan sesap
dan membawanya pulang: ia mengucap ayat-ayat
menyayat di nadinya. di mayatnya
Ia mati, dan membangkitkan lagi do’a-doa yang lama tak terjamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar