Pria-pria jatuh cinta seperti waktu remuk yang menyusun dirinya sendiri, menjadi jam kemudian hari; tahun-tahun yang meremajakan diri, yang kian lama retak dan terberantak, sebab perempuan-perempuan mencintai seperti api yang terpungut satu persatu, menjelma duri mengais dan mengasih. Api dan waktu, keduanya saling terbakar dan lalu begitu saja: Keduanya saling hilang dan menemukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar