Hari itu dingin mendekatkan gigil dengan dosa tuhan —tuhan, dosa inikah milikmu?
Kaki-kaki matahari tercekat plang jalan, papan iklan, dan ingatan
saat kusaksikan seorang tua mengimani do'a, menelepon kekasih
mengabarkan, kematian ini terlalu lama menunda
Jalan basah sisa truk terbakar memecahkan nyawa dengan kabut
Orang-orang meninggalkan kota, sayup, hampa merendah
kecuali kita
Orang-orang bilang, telah lama kita ditinggalkan
tapi kita percaya, tak ada yang perlu diseka dari rentetan nama dalam do'a
Berpuluh tahun setelah itu
Tak ada kita imani do'a
yang kutahu: telah lama kita terluka
Do'a tak pernah bisa menyembuhkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar