DAZING and Dazzling. Itulah kesan awal yang akan muncul seiring melantunnya tatanan berkonstruksi baru dengan pondasi yang terjaga dalam musik-musik Cosmo Pyke (that’s his real name!): seorang singer-songwritter dan multi-instrumentalis muda dari Peckham. Sedikit mungkin yang telah mengetahui nama dan kiprahnya dalam dunia musik kontemporer, karena kehadirannya yang masih terbilang baru, meskipun kemunculannya dapat dikatakan brilian dengan membawa kejanggalan sekaligus keseriusan yang patut untuk diperhatikan.
Dibesarkan di tengah keluarga berlatar musik: seorang ibu yang merupakan seorang musisi feminis-punk, dan bekal musik yang ia dapat dari ayahnya yang mengenalkan reggae, Jimmy Cliff, Bob Dylan, dan Michael Jackson kepadanya, serta studi musik yang didapatnya dari The Brit School di Croydon, membawanya keluar menuju satu ruang musik baru dan melahirkan musik dengan definisi aliran yang tidak mudah untuk dijamah: pernikahan silang antara keganjilan dan out-of-line dari blues, presisi jazz, narasi hip-hop, flowing neo-soul, dan chill out khas reggae. Dalam EP Just Cosmo, tercium juga nafas punk-jazz Archy Marshall a.k.a King Krule dalam musiknya, yang ternyata juga seorang lulusan dari The Brit School beberapa tahun sebelum Cosmo. Dengan unik, Cosmo memoles tradisi dan pakem dari musik-musik di atas sebagai pondasi untuk kemudian membawanya keluar dari kewajaran sebagai sesuatu yang baru.
EP yang berisi 5 lagu yang merupakan penghayatannya dalam pengalaman kehidupannya tersebut bukan sebuah karya yang mudah ditebak ke mana lajunya, baik dari sisi warna dan komposisi musik yang dibawakan. Dalam lagu Dawn To Dusk misalnya, Cosmo mengisi lagu ini dengan sekuen-sekuen musik yang berbeda dengan secara kontras. Lagu yang mencoba mewajarkan ketidakutuhan ini seperti diisi dengan lagu-lagu pendek yang disatukan sebagai satu lagu: dimulai dengan soul, blues, soul-jazz, reggae, dan diakhiri dengan classical jazz, serta sesekali bercampur dengan ornamen-ornamen soundcheck, keriuhan eksibisi musik, percakapan, cuplikan musik rock, suara kendaraan, dan kesan di beberapa bagian musik yang seperti direkam tanpa sengaja. Musik ini!
Dengan lirik yang naratif-liris dan eksperif, sound gitar yang crunchy¸ drum yang kering, organa khas 80’s disco era, dan suara soulful berkesan malas dari Cosmo Pyke, musik jenis ini cocok didengarkan sebagai teman perjalanan atau saat-saat menyenangkan sebelum matahari terbenam. Dazing and Dazzling!
Selasa, 25 April 2017
Renovasi Konstruksi dalam Ruang Musik Cosmo Pyke
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar