Senin, 21 Desember 2015

Seperti Malam

Seorang matahari dan seorang awan duduk berdua melewati diam, dan sunyi malam itu. Kata tak pernah seharusnya pergi, meninggalkan buih rintik rindu mereka. Kota, seperti yang terduga, menghilang dari mata, hati, indah, mata yang tak bicara. Maka luruhlah rindu itu sebenar-benarnya, sedalam-dalamnya.

Menderai seperti hujan, menderau seperti malam, menderas seperti puisi.

Adalah mereka yang tak pernah bisa melupakan waktu, yang tak pernah mampu hujan dan berlalu. Mereka pada kemudiannya tak mampu lekas lepas sunyi dan bersembunyi dalam diri mereka,
mereka adanya.

Menderai seperti hujan, menderau seperti malam, menderas seperti puisi.

***

Seperti Malam telah hadir dalam versi musik dengan judul Menderau. Dengarkan saya disini.